3 July 2009, 09:12
Soal Pembangunan Jembatan di Nisam
Pemkab Aceh Utara Abaikan Perintah Gubernur
LHOKSUKON - Dinas Bina Marga Kabupaten Aceh Utara dinilai telah mengabaikan perintah Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang meminta agar pembangunan kembali jembatan yang hancur diterjang air bah pada 15 Mei lalu di Kecamatan Nisam, Aceh Utara segera dilakukan. Pasalnya, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh sudah mengirimkan material untuk pembangunan jembatan darurat di kawasan itu. Tapi, hingga kini belum dikerjakan Dinas Marga Aceh Utara.
Penilaian tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kemukiman Keude Amplah, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, kepada Serambi, Kamis (2/7). Mukim Keude Amplah, Jamaluddin Ibrahim didampingi Safruddin mengatakan, pada 22 April 2009 masyarakat di kawasan itu sudah mengajukan permohonan pembangunan lima jembatan di kemukiman itu kepada Gubernur Aceh, melalui camat.
“Dalam surat balasannya, Pak Gubernur meminta Kadis Bina Marga dan Cipta Karya Aceh agar segera menangani masalah ini. Lalu, Kadis Bina Marga Aceh meneruskan perintah itu ke Dinas Bina Marga Aceh Utara. Tapi, sampai sekarang belum ada reaksi apa-apa dari Dinas Bina Marga Aceh Utara,” tandas Jamaluddin.
Camat Nisam, M Dahlan yang dihubungi terpisah, mengakui pernah mengirimkan surat permohonan pembangunan jembatan kepada Gubernur Aceh melalui Dinas Bina Marga dan Cipta Karya dan sudah mendapat balasan bahwa jembatan segera dibangun. Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh, Muhyan Yunan, yang dikonfirmasi Serambi juga mengatakan hal serupa. Menurut Muhyan, pihaknya setelah mendapat perintah Gubernur, langsung mengirimkan jembatan bailey untuk dipasang di Meunasah Alue.
Kadis Bina Marga Aceh Utara, Tanwir, yang dikonfirmasi Serambi, tadi malam, membantah pihaknya mengabaikan perintah Gubernur Aceh. Sejak diperintahkan gubernur, menurut Tanwir, pihaknya langsung mengangkut jembatan itu dari Banda Aceh ke Aceh Utara. “Ini karena hanya kita belum punya dana pemasangan. Dana angkut saja belum kami bayar,” katanya.
Dikatakan, pihaknya sudah mengajukan ke Bupati untuk menggunakan dana tanggap darurat. “Kalau dananya sudah ada, kami akan langsung kerja. Kami akan bekerja sama dengan Zidam Korem, karena mereka yang bisa pasang jembatan itu,” ujar Tanwir. Ditambahkan, pihaknya hanya dibantu 90 meter jembatan bailey dan diprediksikan hanya cukup untuk empat jembatan, yaitu dua unit di Nisam, satu di Buket Hagu, dan satu lagi di Pantonlabu. “Dana yang kami ajukan untuk biaya angkat dan pasang Rp 700 juta,” pungkasnya.(saf)
Penilaian tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kemukiman Keude Amplah, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, kepada Serambi, Kamis (2/7). Mukim Keude Amplah, Jamaluddin Ibrahim didampingi Safruddin mengatakan, pada 22 April 2009 masyarakat di kawasan itu sudah mengajukan permohonan pembangunan lima jembatan di kemukiman itu kepada Gubernur Aceh, melalui camat.
“Dalam surat balasannya, Pak Gubernur meminta Kadis Bina Marga dan Cipta Karya Aceh agar segera menangani masalah ini. Lalu, Kadis Bina Marga Aceh meneruskan perintah itu ke Dinas Bina Marga Aceh Utara. Tapi, sampai sekarang belum ada reaksi apa-apa dari Dinas Bina Marga Aceh Utara,” tandas Jamaluddin.
Camat Nisam, M Dahlan yang dihubungi terpisah, mengakui pernah mengirimkan surat permohonan pembangunan jembatan kepada Gubernur Aceh melalui Dinas Bina Marga dan Cipta Karya dan sudah mendapat balasan bahwa jembatan segera dibangun. Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh, Muhyan Yunan, yang dikonfirmasi Serambi juga mengatakan hal serupa. Menurut Muhyan, pihaknya setelah mendapat perintah Gubernur, langsung mengirimkan jembatan bailey untuk dipasang di Meunasah Alue.
Kadis Bina Marga Aceh Utara, Tanwir, yang dikonfirmasi Serambi, tadi malam, membantah pihaknya mengabaikan perintah Gubernur Aceh. Sejak diperintahkan gubernur, menurut Tanwir, pihaknya langsung mengangkut jembatan itu dari Banda Aceh ke Aceh Utara. “Ini karena hanya kita belum punya dana pemasangan. Dana angkut saja belum kami bayar,” katanya.
Dikatakan, pihaknya sudah mengajukan ke Bupati untuk menggunakan dana tanggap darurat. “Kalau dananya sudah ada, kami akan langsung kerja. Kami akan bekerja sama dengan Zidam Korem, karena mereka yang bisa pasang jembatan itu,” ujar Tanwir. Ditambahkan, pihaknya hanya dibantu 90 meter jembatan bailey dan diprediksikan hanya cukup untuk empat jembatan, yaitu dua unit di Nisam, satu di Buket Hagu, dan satu lagi di Pantonlabu. “Dana yang kami ajukan untuk biaya angkat dan pasang Rp 700 juta,” pungkasnya.(saf)