3 July 2009, 09:21
Bahiya Dibawa Pulang ke Paris
LE BOURGET - Gadis muda yang diyakini satu-satunya korban selamat dari pesawat Yaman Airways yang jatuh di Samudera Hindia diterbangkan ke Paris dari Kepulauan Komoro, Kamis (2/7). Bahiya Bakari (14) dibawa pulang oleh Menteri Kerjasama Internasional Prancis, Alain Joyandet.
Pesawat jet Falcon-900 yang dilengkapi peralatan medis membawa Bahiya dari kepulauan Komodo, mantan jajahan Prancis dan tiba di bandara Le Bourget, utara Paris, Kamis pagi, sekitar pukul 08.00 am waktu setempat. Pesawat Yaman dengan nomor penerbangan 626 jatuh di Samudera Hindia setelah dihantam badai pada Selasa pagi.
Bahiya yang digambarkan ayahnya sebagai seorang gadis penakut tidak bisa berenang dan harus berjuang 13 jam di laut sebelum diselamatkan. 152 Penumpang dan awak lainnya, termasuk ibunya diyakini tewas. Ayahanya, Kassim Bakari dan beberapa anggota keluarganya menemuinya di bandara.
Sebuah mobil ambulan langsung membawa gadis itu ke rumah sakit anak Armand-Trousseau, timur Ibukota Prancis. “Di tengah-tengah duka, ternyata masih ada Bahiya. Itu sebuah keajaiban, sebuah perjuangan hidup-mati yang luar biasa,” kata Joyande dalam konferensi pers di bandara Paris.
“Itu sebuah pesan luar biasa yang dikirimnya ke dunia... Hampir tidak mungkin selamat,” tambah Joyandet. “Kami akan melakukan apapun untuk membantu kesembuhan gadis itu,” ujarnya. Dia menjelaskan Bahiya telah membuat perbedaan sebuah tragedi yang bisa menjadi pelajaran bagi warga dunia.
Selain itu, sebanyak 152 penumpang pesawat Yaman Airway yang jatuh di Kepulauan Komoro, Samudra Hindia, Selasa lalu, belum ditemukan dan diyakini mereka masih terjebak dalam pesawat. Tim pencari memperkirakan pesawat berada di kedalaman 500 meter di laut. Selama dua hari tim tidak menemukan satu pun korban selain gadis 12 tahun Bahia Bakari yang ditemukan selamat.
Analisa itu disampaikan anggota pusat krisis Komoro Ibrahim Abdourazak. Kesimpulan itu didasarkan tidak ditemukannya mayat serta potongan besar pesawat yang mengapung. “Berdasarkan hasil pencarian kami yakin mayat penumpang masih berada di dalam. Selama dua hari ini kami tidak menemukan satu pun mayat maupun potongan besar bagian pesawat,” kata Abdorazak, kemarin.
Kapal dan pesawat-pesawat militer milik Prancis dan Amerika Serikat masih melakukan pencarian Kamis ini. Penyebab jatuhnya pesawat jenis Airbus A310-300 itu juga belum diketahui. Kementerian Pertahanan Prancis membantah pihaknya telah menemukan kotak hitam. Pesawat naas itu mengangkut 153 orang, 142 penumpang dan 11 kru. Pesawat itu ditumpangi 75 warga Komoro, 66 warga Prancis, enam warga Yaman, dua warga Maroko, serta masing-masing satu warga Palestina, Kanada, Indonesia, Ethiopia, dan Filipina.(ap/muh)
Pesawat jet Falcon-900 yang dilengkapi peralatan medis membawa Bahiya dari kepulauan Komodo, mantan jajahan Prancis dan tiba di bandara Le Bourget, utara Paris, Kamis pagi, sekitar pukul 08.00 am waktu setempat. Pesawat Yaman dengan nomor penerbangan 626 jatuh di Samudera Hindia setelah dihantam badai pada Selasa pagi.
Bahiya yang digambarkan ayahnya sebagai seorang gadis penakut tidak bisa berenang dan harus berjuang 13 jam di laut sebelum diselamatkan. 152 Penumpang dan awak lainnya, termasuk ibunya diyakini tewas. Ayahanya, Kassim Bakari dan beberapa anggota keluarganya menemuinya di bandara.
Sebuah mobil ambulan langsung membawa gadis itu ke rumah sakit anak Armand-Trousseau, timur Ibukota Prancis. “Di tengah-tengah duka, ternyata masih ada Bahiya. Itu sebuah keajaiban, sebuah perjuangan hidup-mati yang luar biasa,” kata Joyande dalam konferensi pers di bandara Paris.
“Itu sebuah pesan luar biasa yang dikirimnya ke dunia... Hampir tidak mungkin selamat,” tambah Joyandet. “Kami akan melakukan apapun untuk membantu kesembuhan gadis itu,” ujarnya. Dia menjelaskan Bahiya telah membuat perbedaan sebuah tragedi yang bisa menjadi pelajaran bagi warga dunia.
Selain itu, sebanyak 152 penumpang pesawat Yaman Airway yang jatuh di Kepulauan Komoro, Samudra Hindia, Selasa lalu, belum ditemukan dan diyakini mereka masih terjebak dalam pesawat. Tim pencari memperkirakan pesawat berada di kedalaman 500 meter di laut. Selama dua hari tim tidak menemukan satu pun korban selain gadis 12 tahun Bahia Bakari yang ditemukan selamat.
Analisa itu disampaikan anggota pusat krisis Komoro Ibrahim Abdourazak. Kesimpulan itu didasarkan tidak ditemukannya mayat serta potongan besar pesawat yang mengapung. “Berdasarkan hasil pencarian kami yakin mayat penumpang masih berada di dalam. Selama dua hari ini kami tidak menemukan satu pun mayat maupun potongan besar bagian pesawat,” kata Abdorazak, kemarin.
Kapal dan pesawat-pesawat militer milik Prancis dan Amerika Serikat masih melakukan pencarian Kamis ini. Penyebab jatuhnya pesawat jenis Airbus A310-300 itu juga belum diketahui. Kementerian Pertahanan Prancis membantah pihaknya telah menemukan kotak hitam. Pesawat naas itu mengangkut 153 orang, 142 penumpang dan 11 kru. Pesawat itu ditumpangi 75 warga Komoro, 66 warga Prancis, enam warga Yaman, dua warga Maroko, serta masing-masing satu warga Palestina, Kanada, Indonesia, Ethiopia, dan Filipina.(ap/muh)