3 July 2009, 08:54

Meski Diberi Toleransi Lebih 25 Persen

Banyak Truk Langgar Ketentuan Tonase

KUALA SIMPANG – Kendati pihak Timbangan Seumadam telah memberi toleransi untuk mengangkut muatan 25 persen lebih banyak dari jumlah berat yang diizinkan (JBI), namun hingga sekarang masih saja ada truk angkutan barang yang melanggar kesepakatan tonase tersebut. Setiap bulan sebanyak 200 truk melakukan pelanggaran.

Kepala Timbangan Seumadam Perbatasan Aceh dan Sumatra Utara, Yusuf Samad kepada Serambi, Kamis (2/7) mengakui masih banyak truk yang melakukan pelanggaran mengangkut muatan lebih berat dari hasil kesepakatan antara Organda dan Dinas Perhubungan sehingga sebagian di antaranya terpaksa ditilang dan dibongkar muatannya.

“Aturan pemerintah truk harus membawa muatan sesuai dengan berat yang tertera di JBI. Namun kesepakatan Organda Aceh dan Perhubungan beberapa waktu lalu disepakati truk boleh membawa muatan lebih, maksimal 25 persen dari JBI yang ada,” ujarnya. Tetapi, tambah Yusuf Samad, walapun sudah diberikan toleransi, masih saja ada truk angkutan barang yang melanggar kesepakatan tersebut. Umumnya truk angkutan lokal seperti angkutan buah sawit, dan truk pengangkut kayu rambong. “Kesepakatan ini sudah diberlakukan sejak bulan Mei lalu,” ujarnya lagi.

Sebelum diberikan toleransi, sebut Yusuf, angka pelanggaran truk yang melebihi tonase yang ditetapkan mencapai 600 sampai 800 truk setiap bulannya. Tetapi saat ini berkurang menjadi sekitar 200 truk setiap bulan. Menurut Yusuf, banyaknya pelanggaran yang dilakukan truk angkutan barang ketika itu, karena muatan truk yang lebih tidak bisa dibongkar. Sebab Timbangan Seumadam belum memiliki gudang tempat menyimpang barang muatan. “Namun sekarang truk yang melebihi tonase harus dibongkar,” sebutnya.

Truk yang dibongkar muatannya merupakan truk bandel yang telah diperingati berulang kali tetapi tetap saja melakukan pelanggaran dengan membawa muatan di atas toleransi yang telah diberikan. “Ke depan, setelah tersosialisasi tonase muatan akan diturunkan lagi sesuai dengan JBI,” pungkas Yusuf Samad.(md)