3 July 2009, 08:47

Sleng Jembatan Gantung di Mila Putus

Sleng Jembatan Putus

Ibrahim dengan penuh hati-hati melintas di jembatan yang ambruk penghubung antara Gampong Kulu dengan Gampong Sinthop, Kecamatan Mila, Pidie. Warga minta kepada Pemkab Pidie merehab jembatan tersebut. Foto direkam, Kamis (2/7) SERAMBI/M NAZAR

SIGLI - Satu unit jembatan gantung penghubung antara Gampong Kulu dengan Gampong Sinthop, Kecamatan Mila, Pidie dilaporkan sudah dua minggu putus. Kini, warga terpaksa menyeberang sungai ketika melintas. Dikhawatirkan jika tidak segera diperbaiki, ketika musim hujan tiba penduduk 22 gampong di kecamatan setempat bakal terisolasi.

Pantuan Serambi, kemarin, sleng gantung jembatan sebelah kanan telah putus. Jembatan yang panjangnya sekitar 50 meter lebih, kini telah miring. Warga memasang tanda, agar warga yang biasanya melewati jembatan tersebut dengan sepeda motor, supaya tidak melintasi lagi. Pun demikian, sebagian warga nekad melintas dengan jalan kaki di atas jembatan tersebut, meski mengundang bahaya.

Jufri (32) warga Gampong Kulu, Kecamatan Mila, Pidie kepada Serambi, Kamis (2/7) mengatakan, sudah dua minggu lebih sleng (besi penyangga) jembatan telah putus, akibat secara tidak sengaja terbentur dengan bagian belakang dumtruck. “Sebenarnya sleng gantung jembatan telah tua karena umur jembatan tersebut mencapai 35 tahun,” kata Jufri.

Menurutnya, akibat jembatan tersebut tidak bisa lagi dilalui, sebagian warga memilih menyeberang sungai yang kini debit airnya sedang sedikit. Namun, warga lainnya terpaksa menggunakan jembatan di gampong tetangga, dengan menempuh perjalanan satu kilometer. Jufri menambahkan, jembatan tersebut merupakan jalur tranportasi utama bagi anak-anak sekolah. “Sekarang ini kan anak sekolah masih liburan, tapi bagaimana ketika masa liburan sekolah telah selesai. Mereka terpaksa mengarungi sungai, ini yang sangat kita khawatirkan,” kata Jufri.

Untuk itu, sambungnya, pemerintah sedianya merehab kembali jembatan gantung tersebut, dalam rangka menyahuti aspirasi masyarakat di 22 gampong di kecamatan tersebut. “Selama ini jembatan gantung ini merupakan urat nadi bagi kami dalam beraktifitas sehari-hari,” tutur Jufri diamini warga lainnya.

Camat Mila, Mahdi yang dihubungi Serambi, kemarin, mengakui satu unit jembatan di kecamatannya telah ambruk, akibat terkena bagian belakang dumtruck. Tapi, pihak pemilik dumtruck, kata Mahdi, bersedia bertanggungjawab terhadap kejadian tersebut. “Kami juga telah melaporkan masalah jembatan itu ke Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Pidie,” kata Mahdi sembari menyebutkan ia sebenarnya mau melaporkan kepada Bupati Pidie, tapi orang nomor satu di Pidie itu tidak berada di tempat.

Sekretaris Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Pidie, Syamsul Rizal, kepada Serambi, Kamis (2/7) menjelaskan, satu unit jembatan gantung di Kecamatan Mila yang telah ambruk, pihaknya telah menerima laporan tertulis dan gambar dari camat. Jembatan tersebut ambruk, akibat sleng gantungan jembatan putus.

“Kami memang cukup prihatin dengan putusnya sleng gantungan jembatan itu yang menyebabkan warga tidak bisa melintasi, yang selama ini sebagai urat nadi bagi mereka. Rencana kita akan meninjau langsung ke lapangan, dan mencari solusi terbaik supaya jembatan itu dapat dipergunakan kembali,” tukas Syamsul Rizal.(naz)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.