Fri, Jul 3rd 2009, 08:46
Jalan Buluseuma Ditelantarkan
TAPAKTUAN - Peningkatan Jalan Teupin Tinggi-Bulusuema sepanjang 8 kilometer lebih ditelantarkan kontraktor. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan dan masyarakat kemukiman Buluseuma, Kecamatan Trumon telah meminta rekanan melanjutkan pekerjaan jalan yang didanai dari APBA 2009 senilai Rp 5 miliar lebih.
Camat Trumon, Isa Anshari kepada Serambi, Kamis (2/7) mengatakan, menjelang kedatangan Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban, kontraktor telah mendatangkan alat berat dan mengikir bahu jalan dari Ie Meudama-Teupin Tinggi sepanjang 80 meter. “Masayarakat berpikir kontaraktor akan mengerjakan jalan itu, namun pasca kedatangan Menhut, pertengahan Juni lalu hingga hari ini belum ada tanda-tanda akan dikerjakan,” ujar Isa Anshari.
Ia berharap pemenang tender proyek jalan Buluseuma di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh segera mengerjakan dan menyelesaikan jalan tersebut. Warga Buluseuma menilai pihak pelaksana tidak serius melaksanakan pembangunan jalan yang telah diperjuangkan Pemkab, kalangan LSM, Pers dan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Aceh.
“Sudah sangat lelah kami berjuang agar jalan itu dapat dibangun dan sudah saatnya masyarakat Buluseuma merasakan dan menikmati kemerdekaan Republik ini,” ujarnya. Dikatakan alat berat milik rekanan sudah hampir sebulan berada di pedalaman kecamatan Trumon ini, ia mengkuatirkan masyarakat akan bertindak anarkis bila jalan itu tidak segera dikerjakan.
Desakan yang sama disampaikan Ketua Badko HMI Aceh, Sendy Majafara, ia mangatakan seharusnya pemenang proyek jalan yang telah menjadi isu nasional itu tidak mempermainkan harapan masyarakat yang bermukim di Buluseuma. “Sejak dari zaman dulu hingga saat ini masyarakat Buluseuma menggunakan perahu atau kapal selama 2-3 jam mengarungi Samudera Hindia untuk mencari kebutuhan pokok di pusat kecamatan,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Selatan harus mencari solusi agar pembangunan jalan itu harus diselesaikan demi membebaskan 700 KK lebih warga Buluseuma dari keterisolasian. Sementara itu PPTK proyek pembangunan jalan Teupin Tinggi-Buluseuma, Muhsin membenarkan pekerjaan jalan dihentikan sementara akibat takut timbul masalah sehubungan surat gugatan yang dikirim Walhi Aceh ke Menhut MS. Meskipun demikian, Muhsin menyatakan pekerjaan jalan tersebut akan dikerjakan kembali pada 10 Juli 2009. “Dalam waktu dekat ini jalan itu sudah mulai dikerjakan,” katanya.(az)
Camat Trumon, Isa Anshari kepada Serambi, Kamis (2/7) mengatakan, menjelang kedatangan Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban, kontraktor telah mendatangkan alat berat dan mengikir bahu jalan dari Ie Meudama-Teupin Tinggi sepanjang 80 meter. “Masayarakat berpikir kontaraktor akan mengerjakan jalan itu, namun pasca kedatangan Menhut, pertengahan Juni lalu hingga hari ini belum ada tanda-tanda akan dikerjakan,” ujar Isa Anshari.
Ia berharap pemenang tender proyek jalan Buluseuma di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh segera mengerjakan dan menyelesaikan jalan tersebut. Warga Buluseuma menilai pihak pelaksana tidak serius melaksanakan pembangunan jalan yang telah diperjuangkan Pemkab, kalangan LSM, Pers dan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Aceh.
“Sudah sangat lelah kami berjuang agar jalan itu dapat dibangun dan sudah saatnya masyarakat Buluseuma merasakan dan menikmati kemerdekaan Republik ini,” ujarnya. Dikatakan alat berat milik rekanan sudah hampir sebulan berada di pedalaman kecamatan Trumon ini, ia mengkuatirkan masyarakat akan bertindak anarkis bila jalan itu tidak segera dikerjakan.
Desakan yang sama disampaikan Ketua Badko HMI Aceh, Sendy Majafara, ia mangatakan seharusnya pemenang proyek jalan yang telah menjadi isu nasional itu tidak mempermainkan harapan masyarakat yang bermukim di Buluseuma. “Sejak dari zaman dulu hingga saat ini masyarakat Buluseuma menggunakan perahu atau kapal selama 2-3 jam mengarungi Samudera Hindia untuk mencari kebutuhan pokok di pusat kecamatan,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Selatan harus mencari solusi agar pembangunan jalan itu harus diselesaikan demi membebaskan 700 KK lebih warga Buluseuma dari keterisolasian. Sementara itu PPTK proyek pembangunan jalan Teupin Tinggi-Buluseuma, Muhsin membenarkan pekerjaan jalan dihentikan sementara akibat takut timbul masalah sehubungan surat gugatan yang dikirim Walhi Aceh ke Menhut MS. Meskipun demikian, Muhsin menyatakan pekerjaan jalan tersebut akan dikerjakan kembali pada 10 Juli 2009. “Dalam waktu dekat ini jalan itu sudah mulai dikerjakan,” katanya.(az)