16 April 2009, 08:31
Timses Golkar juga Tarik Kembali Kain Sarung
MEUREUDU - Fenomena menarik kembali kain sarung yang sudah diberikan kepada masyarakat oleh caleg peserta Pemilu 2009 di Pidie Jaya ternyata bukan hanya dilakukan oleh caleg Partai Pembangunan Daerah (PPD). Kasus serupa juga dilakukan oleh seorang tim sukses (timses) partai Golkar di daerah itu.
Dilaporkan, karena alasan minimnya perolehan suara, salah seorang timses partai berlambang pohon beringin itu meminta kembali kain sarung yang pernah diberikan kepada masyarakat Desa Lueng Bimba Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya menjelang pemilu lalu.
Meski menarik kembali kain sarung yang perah diberikan itu, tetapi sang tim sukses itu mengaku bukan karena keinginan caleg, tetapi inisiatif dia sendiri.
Beberapa ibu rumah tangga di Desa Lueng Bimba kepada Serambi, Selasa (14/4) mengatakan, penarikan kembali kain sarung oleh timses itu dilakukan sehari setelah pemilu, hari Jumat (10/4). “Kain sarung yang diberikan ke saya pun sudah diminta kembali,” kata seorang wanita tua desa itu.
Sejumlah warga lainnya mengaku, selain partai Golkar, caleg dari PBR dan PAN juga pernah memberi bantuan pakaian kepada masyarakat. Tetapi hingga sajauh ini, belum diminta kembali. “Ya kalau pun diminta, kami pun rela mengembalikannya,” kata seorang ibu setengah baya.
Sementara itu Siti Hajar (45) sang timses partai Golkar yang juga warga Desa Lueng Bimba, saat dikonfirmasi Serambi membenarkan, telah menarik kembali 13 lembar dari 53 lembar kain sarung yang pernah diberikan kepada masyarakat.
Menurut Siti Hajar, penarikan itu dilakukan karena peroleh suara Golkar di desa itu sangat sedikit yakni hanya 8 suara. Sehingga sejumlah kain sarung pemberian salah seorang caleg Golkar untuk DPRK Pijay yang disalurkannya terpaksa ditarik kembali.
Diakuinya, penarikan kembali kain sarung itu bukan atas perintah dari caleg bersangkutan, tetapi atas inisiatif dia sendiri. “Saya sendiri yang mengambil kain sarung tersebut, bukan karena permintaan caleg,” sebut Siti Hajar berterus terang. (ag)
Dilaporkan, karena alasan minimnya perolehan suara, salah seorang timses partai berlambang pohon beringin itu meminta kembali kain sarung yang pernah diberikan kepada masyarakat Desa Lueng Bimba Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya menjelang pemilu lalu.
Meski menarik kembali kain sarung yang perah diberikan itu, tetapi sang tim sukses itu mengaku bukan karena keinginan caleg, tetapi inisiatif dia sendiri.
Beberapa ibu rumah tangga di Desa Lueng Bimba kepada Serambi, Selasa (14/4) mengatakan, penarikan kembali kain sarung oleh timses itu dilakukan sehari setelah pemilu, hari Jumat (10/4). “Kain sarung yang diberikan ke saya pun sudah diminta kembali,” kata seorang wanita tua desa itu.
Sejumlah warga lainnya mengaku, selain partai Golkar, caleg dari PBR dan PAN juga pernah memberi bantuan pakaian kepada masyarakat. Tetapi hingga sajauh ini, belum diminta kembali. “Ya kalau pun diminta, kami pun rela mengembalikannya,” kata seorang ibu setengah baya.
Sementara itu Siti Hajar (45) sang timses partai Golkar yang juga warga Desa Lueng Bimba, saat dikonfirmasi Serambi membenarkan, telah menarik kembali 13 lembar dari 53 lembar kain sarung yang pernah diberikan kepada masyarakat.
Menurut Siti Hajar, penarikan itu dilakukan karena peroleh suara Golkar di desa itu sangat sedikit yakni hanya 8 suara. Sehingga sejumlah kain sarung pemberian salah seorang caleg Golkar untuk DPRK Pijay yang disalurkannya terpaksa ditarik kembali.
Diakuinya, penarikan kembali kain sarung itu bukan atas perintah dari caleg bersangkutan, tetapi atas inisiatif dia sendiri. “Saya sendiri yang mengambil kain sarung tersebut, bukan karena permintaan caleg,” sebut Siti Hajar berterus terang. (ag)