9 Februari 2010, 12:09

Murid SD Dibunuh Setelah Diperkosa

* Pedagang Kue Kritis Dibacok

SINGKIL – Rina (7), murid kelas dua SD SK-2 Delima, Danau Paris, Aceh Singkil, ditemukan tewas mengenaskan di perkebunan sawit milik PT Delima Makmur, Jumat (5/2) lalu. Di leher korban terdapat luka bekas jeratan, sedangkan kemaluannya robek bak terkena benda tumpul.  Putri dari pasangan Londut dan Delfiana, warga Danau Paris, itu diduga dibunuh setelah diperkosa oleh pelaku, karena dendam terhadap ayah korban.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Helmi Kwarta melalui Kasat Reskrim Iptu Jatmiko, yang dikonfirmasi Serambi, Senin (8/2) kemarin membenarkan adanya kejadian itu. Menurut Jatmiko, korban diduga dihabisi sebelum mendapat kekerasan seksual dari seorang pelaku. “Nama pelakunya sudah kita kantongi, tapi masih dalam proses BAP, jadi belum bisa dipublikasi. Sepuluh orang sudah kita panggil sebagai saksi, termasuk mandor, asisten, pekerja perkebunan lainya. Tapi tersangkanya hanya satu orang. Mengingat masih dalam proses pembuktian, jadi belum bisa disebutkan identitasnya,” kata Jatmiko.   

Pembunuhan itu diduga dilandasi unsur dendam, karena pelaku setelah bekerja beberapa hari pada orang tua korban belum mendapat bayaran. Londut, orang tua korban, merupakan kepala tukang di perkebunan kelapa sawit Delima Makmur. Ia acap dipercaya mengerjakan borongan pekerjaan di perusahaan itu. Suatu hari ia merekrut seorang pekerja tanpa sepengetahuan perusahaan. “Belakangan, pria inilah yang dendam karena upahnya belum dibayar, sehingga anak korban dia habisi,” ungkap Jatmiko.     

Informasi yang berhasil dihimpun Serambi dari berbagai sumber, Kamis (4/2) sekitar pukul 07.00 WIB, Rina berangkat sekolah ke SD SK-2 Delima. Akan tetapi, di perjalanan korban dilaporkan hilang. Keluarga korban dan aparat kepolisiaan yang menerima laporan kehilangan bocah tujuh tahun itu langsung melakukan pencarian. Jasad korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tak lagi bernyawa di pinggiran kebun sawit Delima Makmur, Jumat (5/2), pukul 14.00 WIB.

Pemeriksaan dan pengembangan terhadap kasus ini masih dilakukan. Kepolisan belum bisa memastikan korban dibunuh dan diperkosa, namun berdasarkan olah tempat kejadian perkara, leher korban luka akibat bekas jeratan. Sedangkan kemaluannya luka robek bekas terkena benda tumpul. “Pemeriksaan terus dilakukan,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil, Iptu Jatmiko.

Dibacok
Sementara itu dari Aceh Besar dilaporkan, pedagang kue basah, Saudah (39), kritis dibacok seorang tukang jagal lembu, Saiful alias Pon (37) di Pasar Seulimum, Aceh Besar, Minggu (7/2) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saudah mengalami luka serius di belakang kepala, dahi, lengan kiri, tangan kanan, tangan kirinya nyaris putus, dan kuping kirinya putus total. Sekarang Saudah dirawat di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh. Sementara Pon kini ditahan di Polsek Seulimum Aceh Besar. Berdasarkan pengakuan anak sulung korban, Mismar (19) yang bekerja di Banda Aceh sebagai baby sitter, kepada Serambi, Senin (8/2), kejadian itu berawal ketika Pon, teman akrab ibu kandungnya, mendatangi Saudah yang saat itu sedang membuat kue di rumahnya, tak jauh dari Pasar Seulimum, Sabtu (6/2) pukul 21.30 WIB.

Mismar, anak perempuan yatim itu mengatakan, tersangka coba meminjam uang kepada ibunya. Namun, korban tidak menuruti permintaan tukang jagal itu, karena menurut Mismar, tersangka masih berutang dan belum melunasinya.  Bukan itu saja, Pon yang sudah jatuh hati kepada Saudah, menurut Mismar, meminta agar korban mau dia peristri. Saudah yang merasa terganggu oleh kehadiran Pon, meminta teman akrabnya itu segera meninggalkan rumahnya, karena sudah larut malam. Saat itu korban hanya ditemani anak bungsunya berusia 4,5 tahun yang sedang tidur.

Pon terus memaksa, malah mengeluarkan sebilah parang, dan mengancam melakukan kekerasan kepada korban. Saudah yang merasa terancam melarikan diri ke luar rumah. Namun, tersangka mengejar dan berhasil membacok korban dari belakang. Saudah terjatuh dan berupaya mengelak parang yang diarahkan ke dahi dengan tangan kirinya. Akibatnya, tangan kiri Saudah nyaris putus kena parang.

Belum puas, Pon mengayunkan parangnya ke dahi Saudah dan korban menahan dengan tangan kanannya. Akibatnya, tangan kanan korban juga tersabet parang, tapi tak sampai putus. Pon makin menggila ketika tahu korban yang sudah bersimbah darah itu tak lagi berdaya. Ia memotong kuping kiri korban serta mengorek-ngorek luka di bagian kepala dekat kuping yang terpotong itu. Tukang jagal sapi itu pun membacok dahi depan. Setelah merasa yakin korbannya tak bernyawa lagi tersangka melarikan diri naik mobil Chevrolet bututnya yang ia pakir jauh dari rumah korban.

Ajal Saudah ternyata belum tiba. Dalam ketidakberdayaannya, ia coba memanggil tetangganya, Azwar. Bersama istrinya, dalam gelap gulita, Azwar mencari arah asal suara yang memanggil namanya. Ketika disenter, Azwar kaget melihat kondisi Saudah, sang tetangganya, itu luka parah. Ia pun bergegas mencari pertolongan.

Saudah tegar dan kuat. Ia tak pingsan saat itu, sampai akhirnya dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, pihak Puskesmas Seulimum meminta korban segera dilarikan ke RSUZA Banda Aceh. Polisi yang datang bersama masyarakat gampong segera membawa korban ke RSUZA. Akhirnya, nyawa korban berhasil diselamatkan. Mismar, anak korban mengatakan, saat ini tersangka yang menganiaya ibunya telah berhasil dibekuk aparat dari Polsek Seulimum. (c39/c47)