Mon, Jan 18th 2010, 15:34
Bus Terbalik, Satu Penumpang Tewas
* Sopir Larikan Diri
KUALA SIMPANG – Bus Kurnia BL 7449 PB yang sedang melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan, Sumatera Utara (Sumut), terbalik di Desa Medang Ara, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Minggu (17/1) pukul 07.30 WIB. Dalam musibah itu Sumitro (50), warga Sumut, tewas di RSUD Tamiang akibat kepalanya cedera berat.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Polisi Lalu Lintas (KBO Satlantas) Polres Aceh Tamiang, Ipda Surya Purba yang berada di lokasi kepada Serambi kemarin menduga bus itu terbalik akibat sopirnya mengantuk. Saat menyenggol berem jalan, bus itu oleng, tak bisa lagi dikendalikan, sehingga masuk ke selokan yang ada di kiri jalan dan akhirnya terbalik.
Dugaan bahwa sopir mengantuk datang dari sejumlah penumpang. Mereka bersaksi bahwa sebelum musibah itu terjadi tidak satu mobil pun yang sedang melaju di depan atau berpapasan arah dengan Bus Kurnia. Selain itu, korban luka maupun yang meninggal, semuanya berasal dari bus yang terbalik itu, tidak ada dari kendaraan lain, karena saat itu Bus Kurnia terbalik sendiri, bukan tabrakan.
Begitu bus terbalik, sopirnya melarikan diri dan hingga tadi malam masih diuber polisi. Sopir yang nahas itu bukan sopir utama, melainkan sopir cadangan. Ketika sopir utama ditanyai, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci penyebab bus terbalik. Ia hanya menduga, kemungkinan bus tersebut terbalik saat menghindari mobil lain yang melaju di depannya.
Dalam insiden itu, tujuh penumpang, termasuk kernet, mengalami luka ringan. Hanya satu penumpang, yakni Sumitro yang tewas, itu pun sesudah sampai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang. Anak Sumitro, Joni (28) yang ikut bersama bapaknya mengatakan, sebelum musibah itu terjadi bus oleng dan melaju kencang ke pinggir jalan, kemudian terbalik. “Penumpang di dalam semuanya berteriak Allah Akbar,” cerita Joni.
Diduga, saat mobil terbalik, kepala Sumitro terbentur keras ke badan bus sehingga kepalanya cedera parah dan mengeluarkan banyak darah. Menurut kernet bus, Jamali (49), penumpang di bus saat itu, dari 35 kursi, hanya 29 kursi yang terisi. Adapun penumpang yang tewas itu awalnya duduk di kursi (seat) nomor 29, kemudian pindah ke depan, duduk di kursi tempel dekat sopir.
“Saat berada di Langsa saya sudah ingatkan agar Sumitro kembali ke tempat duduknya, namun jawabannya saat itu, biarlah di kursi nomor 29 itu keluarga saya saja yang duduk,” ujar Jamali mengutip korban. Sesampai di Tualang Cut, kernet itu pun menuju seat paling belakang untuk tidur. Saat bus terbalik, Jamali mengaku sedang terlelap. “Ketika sadar tahu-tahu saya dapati tubuh saya terjepit besi. Dada dan tangan saya memar,” ujar Jamali saat berada di RSUD Tamiang.
Dalam insiden itu, korban yang luka ringan setelah mendapat perawatan medis langsung melanjutkan perjalanan menuju Medan. Seorang warga setempat yang melihat kejadian itu mengatakan, Bus Kurnia tiba-tiba melaju ke pinggir jalan dan menabrak tempat seorang warga jualan minyak, kemudian menabrak pohon kelapa hingga tercerabut dari tanah. Pantauan Serambi, kaca depan dan samping bus itu hancur, ban sebelah kirinya masuk ke dalam selokan, dan bus terbalik. “Tidak ada korban lain, hanya korban dari Bus Kurnia sendiri,” ujar Ipda Surya Purba seraya menambahkan bahwa sopir yang mengemudikan bus itu sampai tadi malang masih dicari, karena melarikan diri. Polisi mengimbaunya untuk menyerahkan diri, sebab identitasnya sudah diketahui. (md)
Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Polisi Lalu Lintas (KBO Satlantas) Polres Aceh Tamiang, Ipda Surya Purba yang berada di lokasi kepada Serambi kemarin menduga bus itu terbalik akibat sopirnya mengantuk. Saat menyenggol berem jalan, bus itu oleng, tak bisa lagi dikendalikan, sehingga masuk ke selokan yang ada di kiri jalan dan akhirnya terbalik.
Dugaan bahwa sopir mengantuk datang dari sejumlah penumpang. Mereka bersaksi bahwa sebelum musibah itu terjadi tidak satu mobil pun yang sedang melaju di depan atau berpapasan arah dengan Bus Kurnia. Selain itu, korban luka maupun yang meninggal, semuanya berasal dari bus yang terbalik itu, tidak ada dari kendaraan lain, karena saat itu Bus Kurnia terbalik sendiri, bukan tabrakan.
Begitu bus terbalik, sopirnya melarikan diri dan hingga tadi malam masih diuber polisi. Sopir yang nahas itu bukan sopir utama, melainkan sopir cadangan. Ketika sopir utama ditanyai, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci penyebab bus terbalik. Ia hanya menduga, kemungkinan bus tersebut terbalik saat menghindari mobil lain yang melaju di depannya.
Dalam insiden itu, tujuh penumpang, termasuk kernet, mengalami luka ringan. Hanya satu penumpang, yakni Sumitro yang tewas, itu pun sesudah sampai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang. Anak Sumitro, Joni (28) yang ikut bersama bapaknya mengatakan, sebelum musibah itu terjadi bus oleng dan melaju kencang ke pinggir jalan, kemudian terbalik. “Penumpang di dalam semuanya berteriak Allah Akbar,” cerita Joni.
Diduga, saat mobil terbalik, kepala Sumitro terbentur keras ke badan bus sehingga kepalanya cedera parah dan mengeluarkan banyak darah. Menurut kernet bus, Jamali (49), penumpang di bus saat itu, dari 35 kursi, hanya 29 kursi yang terisi. Adapun penumpang yang tewas itu awalnya duduk di kursi (seat) nomor 29, kemudian pindah ke depan, duduk di kursi tempel dekat sopir.
“Saat berada di Langsa saya sudah ingatkan agar Sumitro kembali ke tempat duduknya, namun jawabannya saat itu, biarlah di kursi nomor 29 itu keluarga saya saja yang duduk,” ujar Jamali mengutip korban. Sesampai di Tualang Cut, kernet itu pun menuju seat paling belakang untuk tidur. Saat bus terbalik, Jamali mengaku sedang terlelap. “Ketika sadar tahu-tahu saya dapati tubuh saya terjepit besi. Dada dan tangan saya memar,” ujar Jamali saat berada di RSUD Tamiang.
Dalam insiden itu, korban yang luka ringan setelah mendapat perawatan medis langsung melanjutkan perjalanan menuju Medan. Seorang warga setempat yang melihat kejadian itu mengatakan, Bus Kurnia tiba-tiba melaju ke pinggir jalan dan menabrak tempat seorang warga jualan minyak, kemudian menabrak pohon kelapa hingga tercerabut dari tanah. Pantauan Serambi, kaca depan dan samping bus itu hancur, ban sebelah kirinya masuk ke dalam selokan, dan bus terbalik. “Tidak ada korban lain, hanya korban dari Bus Kurnia sendiri,” ujar Ipda Surya Purba seraya menambahkan bahwa sopir yang mengemudikan bus itu sampai tadi malang masih dicari, karena melarikan diri. Polisi mengimbaunya untuk menyerahkan diri, sebab identitasnya sudah diketahui. (md)