18 Januari 2010, 15:44
Doa dan Mogok Makan Warnai Aksi Tuntut Rumah
* Koin Terus Mengalir dari Berbagai Sumber
Aksi mogok makan
Belasan mahasiswa tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (Sombep) Aceh Barat melakukan aksi mogok makan di posko korban tsunami Desa Suak Ribee, Meulaboh, Minggu (17/1). SERAMBI/RIZWAN
Doa bersama dan aksi mogok makan yang dilaksanakan korban tsunami dan mahasiswa semata-mata untuk berharap tuntutan korban tsunami untuk mendapatkan rumah bisa segera terealisasi. Pemerintah Aceh sendiri sudah berjanji akan membawa permasalahan itu dalam pembahasan RAPBA 2010 yang dijadwalkan mulai hari ini, Senin (18/1).
Koordinator Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Edy Candra mengatakan, doa bersama oleh korban tsunami dimaksudkan agar terbuka pintu hati pejabat yang selama ini mengabaikan hak mereka. “Semoga apa yang telah dijanjikan untuk membantu melalui program rumah duafa benar-benar terlaksana,” kata Edy.
GPRS juga berharap agar anggota DPRA yang berasal dari barat-selatan bisa memperjuangkan tuntutan mereka, apalagi beberapa hari lalu bapak-bapak terhormat itu sudah meninjau langsung korban tsunami yang belum mendapatkan rumah. “Kita ingin lihat bagaimana tindak lanjut dari peninjauan mereka. Semoga tidak sebatas pendataan dan tanya sana tanya sini,” ujar seorang aktivis mahasiswa.
Informasi lain yang disampaikan Koordinator GPRS menyebutkan, aksi demo korban tsunami akan terus dilancarkan secara besar-besaran. Bahkan hari ini, Senin (18/1) dijadwalkan akan mendatangi Kantor Bupati Aceh Barat. Substansi tuntutan masih seperti sebelumnya agar rumah korban tsunami segera direalisasikan. “Kami akan terus bertahan di Posko Desa Suak Ribee, sebelum pemerintah benar-benar merealisasikan janji membangun rumah korban tsunami,” tandas Edy Candra.
Mogok makan
Selain doa bersama, aktivis mahasiswa yang tergabung dalam wadah Sombep Aceh Barat juga melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk keprihatinan terhadap masalah yang dihadapi korban tsunami. Ketua Sombep Aceh Barat, Chaidir mengatakan aksi mogok makan sudah dilakukan selama dua hari di Posko Suak Ribee. Aksi mogok makan yang diikuti oleh belasan mahasiswa itu akan terus berlanjut sampai tuntutan korban tsunami terealisasi sebagaimana dijanjikan akan dibantu melalui program rumah duafa melalui APBA 2010.
Koin sudah Rp 7,3 juta
Sementara itu aksi penggalangan koin oleh warga, mahasiswa, dan aktivis LSM di Meulaboh masih terus berlanjut dan dana terkumpul hingga Sabtu (16/1) sudah mencapai Rp 7.352.200. “Penggalangan koin akan terus berlanjut dan belum berhenti sebelum ada kepastian terhadap rumah korban tsunami,” kata Ramu Indra, Pimpinan LSM GebRAK Meulaboh, Minggu (17/1). Menurutnya, penggalangan koin dilakukan dari pengguna jalan dan berbagai sumber lainnya. Sumbangan koin juga mengalir dari murid SD, mahasiswa, dan sejumlah elemen lain sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap penderitaan korban tsunami.(riz)
Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.