18 Januari 2010, 12:16
Jelang Peluncuran Axis di Aceh (2 Habis)
GSM Bertarif Sederhana dan Terjangkau
Para operator Axis
Di ruangan yang penuh dengan perangkat komputer di tengah suasana hening di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (7/1) pekan lalu, para operator Axis serius melayani para pelanggannya yang sekarang sudah mencapai 6 juta orang.SERAMBI/ASNAWI KUMAR
MESKI secara resmi, layanan operator Axis baru akan diluncurkan di Aceh pada 23 Januari mendatang, namun para pengguna telekomunikasi selular di daerah ini yang sudah memiliki perangkat telepon Axis, sudah dapat mengaksesnya. Dalam uji coba yang sudah berlangsung sejak awal Januari ini, tentunya, para pelanggan sudah dapat membuktikan fakta tersebut.
Direktur pemasaran/CMO Axis, Johan Buse, kepada peserta kunjungan media dari Aceh, Jambi, Bengkulu, Palembang (Sumsel), Pangkalpinang (Babel), dan Bengkulu, pada acara Experince the AXIS World, Kamis (7/1) pekan lalu di Jakarta mengatakan bahwa sejak awal Axis sudah menawarkan tarif sederhana, jujur dan terjangkau. “Ini kita lakukan tanpa syarat dan ketentuan yang tersembunyi,” katanya.
Berdasarkan brosur yang dibagikan kepada para peserta, disebutkan bahwa pakai Axis buat apa pun memang paling murah. Untuk menelepon ke sesama Axis, misalnya, di samping tarif awal yang murah dan terjangkau, selanjutnya hanya dikenakan Rp 1. “Fakta ini membuktikan bisa hemat lebih dari 80 persen,” kata Johan Buse.
Sedangkan untuk menelepon ke operator lain, kapan saja dan di mana saja hanya dikenakan tarif Rp 300 per menit (hemat sampai 63 persen). Paket Super Hemat SMS ke semua operator dikenakan tarif mulai Rp 3 per pesan singkat (SMS), yang terbukti hemat sampai 500 persen. “Axis juga menyediakan layanan BlackBerry dengan tarif unlimited Rp 3.900 per hari,” ujar Direktur Pemasaran Axis itu.
Budaya kerja
Sepintas kita melihat, dengan sistem operasional yang memakai perangkat hi-tech serta didukung oleh tenaga-tenaga profesional, rasanya tarif-tarif murah tidak masuk akal. Tapi, setelah melihat managemen Axis dengan budaya kerjanya yang setara dan sederhana, kita baru yakin bahwa ternyata biaya operasionalnya bisa ditekan dan dihemat dari semua lini.
Hal ini, misalnya, terlihat pada setting ruang kerja managemen Axis di kantornya yang beralamat di Menara Axis di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Barat, tidak ada perbendaan antara ruang presiden direktur dengan manager dan staf-staf lainnya. Semua terlihat bekerja dengan menggunakan meja kerja yang sama dan tidak ada dinding penyekat.
Hal yang cukup menarik lainnya adalah di meja-meja kerja tersebut tidak terlihat adanya perangkat telepon meja seperti lazimnya terlihat di meja-meja kerja kantor lainnya. Mengapa demikian? Itu tidak lain, karena semua karyawan Axis mulai dari presiden direktur, manager, hingga staf biasa wajib menggunakan telepon genggam pribadi yang memakai kartu Axis.
Menurut Presiden Direktur Axis, Erik Aas, upaya dimaksudkan agar sebelum menganjur orang lain untuk menggunakan Axis, maka seluruh pelaku managemen Axis harus lebih dulu menggunakan dan merasakannya. “Rasanya kan aneh, kalau kita mengajak orang lain untuk menggunakan layanan operator ini, sementara kita sendiri tidak menggunakannya,” ujarnya.
Dampak dari penerapan budaya kerja yang setara dan sederhana itu, ternyata biaya operasionalnya bisa dihemat dan ditekan serendah mungkin. “Dan, karena itu pula kemudian Axis bisa membanginya dengan para pelanggan dalam bentuk tawaran tarif komunikasi selular yang lebih murah, sederhana, dan terjangkau,” kata Erik Aas.
Informasi lengkap
Selain mendapat pemaparan dari Erik Aas dan Johan Buse, selama berlangsungnya acara Experiencing the AXIS World itu, para peserta kunjungan media juga mendapat informasi lengkap tentang Axis dan kiprahnya dalam industri telekomunikasi selular di Indonesia yang masing-masing disampaikan oleh Anita Avianty (Head of Corporate Communications), Rachmawati (Executive Corporate Communications), dan Alfred Boediman (Manager Produksi AXIS).
Selain itu, para peserta kunjungan media yang didampingi Ivo Octavian Liniawati (Senior manager/Customer Service Commercial Divison Axis) juga diajak untuk melihat dari dekat perangkat teknologi komunikasi selular dan layanan operator Axis di PT Mitracomm Ekasarana yang berkantor di Menara Batavia, Jakarta. “Suasana hening di ruang operator ini, menjadikan hasil layanan Axis lebih prima,” katanya.
Di ruang yang dikomandani oleh Eko Wiyanto (Operation Service Manager PT Mitracomm Ekasarana) di Menara Batavia itu, juga tampak belasan personel operator yang melayani pelanggan BlackBerry. Ridak seperti kebanyakan operator selular lainnya yang hanya membuat telepon berwarna hitam, Axis BlackBerry kini juga melakukan inovasi dengan menciptakan White BlackBerry (warna putih) yang pertama di Indonesia. Nah, tertarikkah Anda dengan layanan operator Axis yang lebih memprioritaskan kebutuhan pelanggan dengan layanan optimal, tawaran tarif sederhana, jujur, dan terjangkau? Tunggu lounching-nya di Aceh dan sejumlah kota lainnya di Sumatera pada 23 Januari mendatang! (asnawi kumar)
Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.