Mon, Nov 30th 2009, 08:31
Disnak Kembali Musnahkan Ayam Bantuan
LHOKSUKON - Tim reaksi cepat flu burung Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara kembali memusnahkan ayam bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang disalurkan kepada warga Calong, Kecamatan Syamtalira Aron. Pasalnya, ayam-ayam tersebut juga terinfeksi penyakit flu burung.
Koordinator tim, dh Muzakir Anwar, Minggu (29/11) mengatakan, pemusnahan ayam bantuan itu dilakukan Rabu (25/11) lalu. Pihaknya menerima informasi dari warga Calong, ayam bantuan sebanyak 400 ekor 330 ekor diantaranya mati mendadak. Lalu, tim turun dan memeriksa sampel ayam yang mati dan yang masih hidup. “Ternyata positif flu burung makanya ayam bantuan yang masih hidup itupun kami musnahkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kini pihaknya tinggal menunggu laporan dari tiga kecamatan lainnya yakni Cot Girek, Langkahan dan Seunuddon. Meskipun belum ada laporan, tapi menurutnya kemungkinan juga akan terjadi hal serupa jika sumber ayam tersebut dari tempat yang sama. Menurut Muzakir Anwar, sikap provinsi dalam penyaluran bantuan ayam di Aceh Utara sangat disayangkan, karena saat ayam masuk tidak pernah dilibatkan tim medis dari dinas setempat. Padahal menurutnya, sudah jelas kalau Aceh Utara hingga kini belum dinyatakan bebas dari penyakut flu burung pada unggas. Hal ini sehubungan hasil tes dilakukan akhir 2008 dengan membawa sampel darah unggas ke Balai Penyidikan Penyakit Veterineri Regional 1 Sumatera Utara, ditemukan siro positif flu burung.
Berdasarkan hasil tes itu pihaknya mengklaim Aceh Utara masih beresiko tinggi terhadap flu burung. Bahkan, untuk antisipasi tahun 2009 ini, Pemkan Aceh Utara tidak memberikan bantuan unggas kepada masyarakat. Diberitakan sebelumnya, sekitar lima hari lalu warga di Simpang Empat, Kecamatan Simpang Keuramat menerima bantuan 400 ayam dari provinsi. Namun baru tiga hari, 90 persen ayam sudah mati. Setelah dicek pihak dinas, ternyata positif flu burung. Sehari kemudian, giliran kecamatan Matang Kuli, Baktiya, dan Muara Batu mengalami hal yang sama.(bah)
Koordinator tim, dh Muzakir Anwar, Minggu (29/11) mengatakan, pemusnahan ayam bantuan itu dilakukan Rabu (25/11) lalu. Pihaknya menerima informasi dari warga Calong, ayam bantuan sebanyak 400 ekor 330 ekor diantaranya mati mendadak. Lalu, tim turun dan memeriksa sampel ayam yang mati dan yang masih hidup. “Ternyata positif flu burung makanya ayam bantuan yang masih hidup itupun kami musnahkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kini pihaknya tinggal menunggu laporan dari tiga kecamatan lainnya yakni Cot Girek, Langkahan dan Seunuddon. Meskipun belum ada laporan, tapi menurutnya kemungkinan juga akan terjadi hal serupa jika sumber ayam tersebut dari tempat yang sama. Menurut Muzakir Anwar, sikap provinsi dalam penyaluran bantuan ayam di Aceh Utara sangat disayangkan, karena saat ayam masuk tidak pernah dilibatkan tim medis dari dinas setempat. Padahal menurutnya, sudah jelas kalau Aceh Utara hingga kini belum dinyatakan bebas dari penyakut flu burung pada unggas. Hal ini sehubungan hasil tes dilakukan akhir 2008 dengan membawa sampel darah unggas ke Balai Penyidikan Penyakit Veterineri Regional 1 Sumatera Utara, ditemukan siro positif flu burung.
Berdasarkan hasil tes itu pihaknya mengklaim Aceh Utara masih beresiko tinggi terhadap flu burung. Bahkan, untuk antisipasi tahun 2009 ini, Pemkan Aceh Utara tidak memberikan bantuan unggas kepada masyarakat. Diberitakan sebelumnya, sekitar lima hari lalu warga di Simpang Empat, Kecamatan Simpang Keuramat menerima bantuan 400 ayam dari provinsi. Namun baru tiga hari, 90 persen ayam sudah mati. Setelah dicek pihak dinas, ternyata positif flu burung. Sehari kemudian, giliran kecamatan Matang Kuli, Baktiya, dan Muara Batu mengalami hal yang sama.(bah)