8 October 2009, 09:44

Finalis Putri Indonesia Asal Aceh Tampil Mempesona

JAKARTA - Finalis Putri Indonesia asal Aceh, Qory Sandioriva, tampil sangat mempesona dalam acara ‘Malam Seni dan Budaya/Malam Bakat,’ Selasa (6/10) di Diamond Room, Hotel Nikko Jakarta. Mengenakan pakaian bermotif Kerawang Gayo yang dilengkapi kain adat ‘upuh ulen-ulen’ Qory memperagakan beberapa jenis gerak Tari Guel dari Gayo dari gerak Tari Saman.

Qory, putri kedua mantan calon legislatif (Caleg) Aceh dari Partai Golkar Hj Fariawati, merupakan satu-satunya wakil dari Aceh yang terpilih sebagai finalis Putri Indonesia 2009. “Ini adalah kesempatan bagi kita untuk ambil bagian dalam acara pemilihan putri Indonesia,” ujar Qory yang ditemui Serambi sesaat sebelum naik pentas.

Malam bakat tersebut disaksikan ratusan penonton dan dewan juri terdiri dari Kusumadewi Sutanto, M.Pd (Ahli Kecantikan), Annie Savitri Baskoro (Direktur Taman Sari Royal Haritage Spa), DR Sapta Nirwandar (Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata), Dra Setaiawati, M/Sc (Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan), Dr Triyadi (Direktur Pendidikan Kesetaraan Depdiknas), Fira Basuki (Editor In Chief Majalah Cosmopolitan), Ari Sapari (Direktur Operasional Garuda Indonesia), Nadine Candrawinata (Putri Indonesia 2006) dan Dr Adi Zakaria Affif, MBA (Ketua Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Manajemen Universitas Indonesia).

Qory yang menjadi penampil ke tiga, langsung membuat gebrakan dengan Tari Guel yang mengitari seluruh panggung sambil mengibas-ngibaskan kain adat “upuh ulen-ulen,” dalam iringan rekaman lagu persalaman yang dinyanyikan sendiri oleh Qory. Ia tampak sangat menghayati gerak Guel tersebut. Selang beberapa saat kemudian, Qory mengubah posisi duduk di atas lutut dan mulai menarikan gerak tari Saman dan mendapat aplus penonton yang memenuhi ruangan pertunjukan.

Kemahiran Qory menarikan tari Aceh diperolehnya dari Dek Gam, koreografer muda asal Aceh yang mengajar tari Aceh di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hj Fariawati yang mendampingi Qory menjelaskan, pihaknya memang secara khusus mendatangkan pelatih tari untuk memperdalam kemahiran Qory. Putri jangkung kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1991 ini bertekad tampil maksimal dalam kontes pemilihan putri Indonesia tersebut. “Keberadaan saya di sini adalah mewakili Provinsi Aceh. Karena itu saya sangat mengharapkan dukungan dan restu seluruh rakyat Aceh,” ujar Qory yang malam itu melengkapi penampilannya dengan mahkota putri warna emas.

Malam Grand Final Putri Indonesia dijadwalkan pada 9 Oktober pukul 20.00 Wib di Teater Tanah Airku TMII. Acara tersebut akan disiarkan secara langsung oleh salah satu stasion televisi swasta. Qory, putri berdarah Gayo pasangan Hj Fariawati dan Dicky Djatnika Usman ini adalah mahasiswi jurursan Sastra Perancis Fakultas Ilmu pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI). Sebelumnya, Qory sempat bertemu dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan sejumlah tokoh perempuan Aceh di Jakarta dalam rangka meminta dukungan dan restu.(fik)