11 September 2009, 09:54
Disnak Bireuen Temukan Kasus Flu Burung
* Tiga Bangkai Dikirim ke Medan
BIREUEN – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bireuen, menemukan kasus flu burung yang terjadi di Desa Geulanggang Baroe, Kota Juang , kabupaten setempat, Rabu (9/9). Flu burung yang disebabkan oleh virus Avian Influenza tersebut menyerang puluhan ekor ayam milik Sul warga desa setempat.
Menurut informasi yang diterima Serambi (10/9) menyebutkan, Sebanyak 40 ekor dari 80 ekor ayam milik Sul tersebut yang dipelihara di kandang dekat rumahnya, ditemukan mati mendadak Rabu (9/9). Kemudian peternak ayam yang melihat ayamnya mati mendadak langsung melaporkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bireuen yang segera menurunkan tim PDSR (Partycipatery Desease Surveyland and Respons) atau tim gerak cepat flu burung dinas setempat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bireuen, drh. Zainuddin, melalui Kasie Pelayanan Kesehatan Hewan, drh Afriza, kepada Serambi, Kamis (10/9) diruang kerjanya mengungkapkan, kasus flu burung yang ditemukan pihaknya merupakan yang kedua di Bireuen, setelah sebelumnya pada tahun 2005 lalu juga ditemukan kasus yang sama di kawasan desa yang sama. Namun sampai kini pihaknya belum menemukan warga yang terjangkit flu burung tersebut.
“Setelah kami mendapat laporan dari pemilik ayam tersebut, langsung kita turunkan tim PDSR ke lokasi dan menemukan sebanyak 40 ekor ayam yaitu enam ekor ayam mutiara dan 44 ekor ayam kampung telah mati. Kemudian tim melakukan rapites dengan alat khusus yang tersedia, dari tiga sampel bangkai ayam yang dites, ketiga sampel menghasilkan positif flu burung atau Avian Influenza,” jelas drh Afriza.
Lanjutnya, setelah dilakukan rapites dan positif flu burung, sejumlah 40 ekor ayam lainnya yang terdapat di kandang itu, terpaksa dimusnahkan dengan dibakar dan dikuburkan. Karena juga terindikasi virus Avian Influenza, yaitu virus flu burung yang dapat menyebar ke manusia serta dapat mematikan. Sementara tiga ekor ayam sebgai sampel yang telah menjadi bangkai dibawa ke Medan untuk diuji di laboratorium,” jelas Afriza lagi.
Afriza berharap kepada masyarakat yang menemukan atau mendapat informasi ayam mati mendadak, segera melaporkan ke tim gerak cepat flu burung untuk dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Sehingga kasus flu burung tidak menyebar ke tempat lain dan dapat diatasi segera. “Warga dapat melaporkan melalui nomor 081360351138,” pintanya singkat. (c38)
Menurut informasi yang diterima Serambi (10/9) menyebutkan, Sebanyak 40 ekor dari 80 ekor ayam milik Sul tersebut yang dipelihara di kandang dekat rumahnya, ditemukan mati mendadak Rabu (9/9). Kemudian peternak ayam yang melihat ayamnya mati mendadak langsung melaporkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bireuen yang segera menurunkan tim PDSR (Partycipatery Desease Surveyland and Respons) atau tim gerak cepat flu burung dinas setempat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bireuen, drh. Zainuddin, melalui Kasie Pelayanan Kesehatan Hewan, drh Afriza, kepada Serambi, Kamis (10/9) diruang kerjanya mengungkapkan, kasus flu burung yang ditemukan pihaknya merupakan yang kedua di Bireuen, setelah sebelumnya pada tahun 2005 lalu juga ditemukan kasus yang sama di kawasan desa yang sama. Namun sampai kini pihaknya belum menemukan warga yang terjangkit flu burung tersebut.
“Setelah kami mendapat laporan dari pemilik ayam tersebut, langsung kita turunkan tim PDSR ke lokasi dan menemukan sebanyak 40 ekor ayam yaitu enam ekor ayam mutiara dan 44 ekor ayam kampung telah mati. Kemudian tim melakukan rapites dengan alat khusus yang tersedia, dari tiga sampel bangkai ayam yang dites, ketiga sampel menghasilkan positif flu burung atau Avian Influenza,” jelas drh Afriza.
Lanjutnya, setelah dilakukan rapites dan positif flu burung, sejumlah 40 ekor ayam lainnya yang terdapat di kandang itu, terpaksa dimusnahkan dengan dibakar dan dikuburkan. Karena juga terindikasi virus Avian Influenza, yaitu virus flu burung yang dapat menyebar ke manusia serta dapat mematikan. Sementara tiga ekor ayam sebgai sampel yang telah menjadi bangkai dibawa ke Medan untuk diuji di laboratorium,” jelas Afriza lagi.
Afriza berharap kepada masyarakat yang menemukan atau mendapat informasi ayam mati mendadak, segera melaporkan ke tim gerak cepat flu burung untuk dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Sehingga kasus flu burung tidak menyebar ke tempat lain dan dapat diatasi segera. “Warga dapat melaporkan melalui nomor 081360351138,” pintanya singkat. (c38)